PERAWATAN GIGI

Merawat gigi dan mulut = meminimalisir terjadinya berbagai penyakit serius.

Kawat gigi atau yang secara awam sering disebut behel gigi memang menjadi salah satu perawatan gigi yang cukup populer dan dicari oleh semua kalangan. Perawatan ortodonti/behel gigi bertujuan untuk merapikan susunan gigi yang bermasalah seperti berjejal, renggang, maju, dan kelainan lainnya yang mengganggu fungsi kunyah maupun estetik.

Diperlukan konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh sebelum memulai perawatan. Dokter gigi kami akan mempelajari model studi gigi pasien, foto radiologi panoramik dan sefalometri lateral, dan foto klinis sebelum membuat rencana perawatan keseluruhan. Tindakan pemasangan alat ortodonti akan dilakukan setelah perawatan pendahulu seperti pembersihan karang gigi, penambalan, dan perawatan saluran akar selesai terlebih dahulu.

Damon Braces
Damon braces merupakan alat ortodonti cekat dengan teknologi self-ligating yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan alat ortodonti cekat lainnya. Dengan teknologi self-ligating, berarti wire atau kawat aktif akan bekerja pada bracket tanpa bantuan karet elastomer warna-warni. Hal ini membuat Damon braces bekerja dengan lebih efektif dan efisien selama 24 jam, 7 hari seminggu di dalam mulut pasien.

Damon braces tersedia dalam varian metal maupun clear. Kami merekomendasikan penggunaan Damon braces pada kasus maloklusi yang sedang sampai berat, khususnya gigi berjejal. Kelebihan Damon braces:


  • Durasi perawatan lebih pendek: 18-20 bulan
  • Frekuensi kontrol yang lebih jarang: 6 minggu sekali, dibandingkan dengan braces metal biasa 3 minggu sekali
  • Lebih nyaman; pasien melaporkan rasa sakit atau ketidaknyamanan minimal

Pigmen warna dari makanan dan minuman berwarna pekat seperti kopi, teh, anggur merah, jus buah, kunyit, dan lainnya dapat menempel di permukaan gigi. Seiring berjalannya waktu, pigmen warna tersebut terakumulasi dan membuat warna gigi terlihat lebih gelap; kekuningan atau kecokelatan. Warna putih natural gigi dapat dikembalikan dengan prosedur pemutihan gigi. Terdapat dua tahap pemutihan gigi, yaitu pemutihan gigi in-office (dilakukan di klinik gigi) dan pemutihan gigi di rumah. Konsultasikan kasusmu untuk mendapatkan pilihan perawatan pemutihan gigi yang paling sesuai

Prosedur pemutihan gigi bersifat ‘menghapus’ noda yang menempel di permukaan gigi. Hasil setelah prosedur pemutihan gigi bergantung pada gender, usia, ras, warna awal gigi, dan kebiasaan makan/minum/merokok. Ketahanan dari hasil perawatan pemutihan gigi sangat bergantung pada kedisiplinan menghindari makanan/minuman berwarna serta rokok. Secara umum, warna gigi akan tetap cerah sampai 12-15 bulan (pada pasien yang tidak makan/minum berwarna serta tidak merokok). Smile Concept memiliki tiga jenis perawatan pemutihan gigi in-office, dibedakan berdasarkan tingkat kekuatannya.


  • Basic White Treatment: dapat mencerahkan warna gigi 1-2 tingkat, menggunakan bahan yang lembut, dapat diulang dalam rentang 3 bulan, dapat digunakan sebagai booster perawatan whitening lainnya
  • Flash White Treatment: dapat mencerahkan warna gigi hingga 4-5 tingkat, menggunakan bahan dengan tingkat moderat, tetap aman untuk gusi dan struktur gigi, dapat diulang dalam rentang 6 bulan, hasil maksimal didapat dengan kombinasi perawatan home whitening
  • Ultra White Treatment: dapat mencerahkan warna gigi hingga 6-8 tingkat, tidak direkomendasikan pada pasien dengan riwayat resesi gusi dan gigi sensitif, dapat diulang dalam rentang 12 bulan, hasil maksimal didapat dengan kombinasi perawatan home whitening, sangat membantu warna cerah gigi yang diperlukan dalam kamera video maupun foto

Semua perawatan pemutihan gigi di Smile Concept hanya dilakukan pada gigi geligi yang tampak pada saat pasien tersenyum (smile line area). Sebelum melakukan prosedur pemutihan gigi, pasien dianjurkan untuk melakukan scaling dan polishing terlebih dahulu. Prosedur pemutihan gigi tidak dapat dilakukan pada kasus dengan infeksi gusi (gingivitis) atau karies, dan harus dirawat terlebih dahulu.


Terkadang, kerusakan yang meluas pada gigi atau jaringan tulang penyangganya membuat gigi tidak dapat dipertahankan di dalam mulut dan harus dicabut. Namun, pencabutan gigi sama sekali bukan jawaban akhir dari semua masalah, melainkan pintu gerbang dari masalah baru lainnya. Gigi-geligi di sekitar bekas cabutan akan bergerak mengisi ruang kosong tersebut. Hal ini berpotensi menyebabkan gigi menjadi berjarak (jarang-jarang), gangguan mengunyah, gangguan sendi rahang, serta wajah terlihat lebih tua. Sebaiknya, setiap gigi yang hilang segera digantikan dengan gigi tiruan. Ada banyak pilihan gigi tiruan, yang dapat dilepas pasang maupun yang tidak. Konsultasikan kasusmu untuk mendapatkan alternatif perawatan yang paling sesuai.


  • Implan Gigi: Implan gigi adalah pilihan gigi tiruan yang paling ideal dan nyaman digunakan. Implan gigi dapat mengembalikan fungsi pengunyahan dan estetik dengan sangat baik. Kesehatan umum dan kebersihan mulut pasien harus dipastikan baik sebelum memilih perawatan ini. Implan gigi bersifat permanen, tidak dapat dilepas pasang, dan bertahan hampir seumur hidup. Pemasangan implan gigi dilakukan dengan menempatkan penyangga titanium di dalam tulang rahang. Dalam waktu 6 minggu sampai 3 bulan, dilakukan observasi untuk melihat penyatuan penyangga tersebut dengan tulang (osseointegrasi). Setelah osseointegrasi terbentuk dengan baik, mahkota tiruan porselen dapat ditempatkan di atasnya. Secara klinis, ‘gigi’ tersebut hampir tidak dapat dibedakan dengan gigi asli.
  • Bridge: Bridge adalah cara mengganti gigi yang hilang dengan menempatkan mahkota tiruan di gigi geligi di samping gigi yang hilang, kemudian menyambungkannya mahkota tiruan yang mengisi ruang kosong tersebut. Sama seperti implan, bridge tidak dapat dilepas pasang dan bertahan lama di dalam mulut. Bridge dapat terbuat dari metal maupun porselen. Proses pembuatan bridge membutuhkan sedikitnya dua kali kunjungan dalam rentang waktu maksimal adalah dua minggu.
  • Frame Denture/Gigi Tiruan Kerangka Logam: Untuk kehilangan gigi yang banyak, pilihan perawatan jatuh pada gigi tiruan yang dapat dilepas pasang. Hal ini berkaitan dengan distribusi beban kunyah ke tulang rahang. Gigi tiruan lepasan dapat terbuat dari akrilik, atau kombinasi antara frame logam/metal dengan akrilik.

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa gusi yang berdarah saat sikat gigi bukanlah gusi yang sehat! Gusi berdarah adalah penyakit gigi mulut yang paling umum dan seringkali tidak disadari sebagai masalah. Gusi berdarah dapat terjadi saat sikat gigi, mengunyah, bangun tidur, bahkan pada tahap yang lebih lanjut terjadi tiba-tiba tanpa pemicu apapun. Penyebabnya hanya satu: penumpukan karang gigi.

Karang gigi yang tidak dibersihkan akan menjadi sarang bakteri yang sangat kondusif untuk menginfeksi gusi, menjadikannya ¬bengkak, merah, dan mudah berdarah. Untuk itu, pembersihan karang gigi harus dilakukan sedikitnya 6 bulan sekali atau sesuai dengan anjuran dokter gigi kamu. Beberapa orang memiliki karakteristik air liur yang berbeda sehingga karang gigi mereka lebih mudah terbentuk serta perlu pembersihan yang lebih sering.

Pembersihan karang gigi yang biasa disebut dengan scaling dilakukan dengan menggunakan alat ultrasonik yang bergetar sehingga dapat melepaskan ikatan kuat antara karang gigi dengan permukaan gigi. Jangan khawatir, getarannya tidak akan merusak gigimu!


Fluoride dikenal sebagai substansi yang menguatkan gigi, membuat gigi tidak mudah rusak atau berlubang. Penggunaan fluoride dengan dosis harian melalui pasta gigi cukup untuk melindungi gigi dari serangan asam oleh kuman-kuman penyebab lubang gigi. Namun pada beberapa kasus kelainan struktur gigi atau kebersihan mulut yang kurang terjaga, aplikasi fluoride dosis tinggi yang dilakukan oleh dokter gigi sangat diperlukan.

Pemberian fluoride dilakukan dengan mengoleskan gel atau varnish fluoride ke permukaan gigi yang sudah dibersihkan dan dipoles, kemudian didiamkan selama 30 menit sampai meresap. Setelahnya, pasien dapat makan, minum, dan beraktivitas seperti biasa. Pasien dengan banyak lubang gigi, memiliki karies aktif, serta anak-anak dan remaja akan mendapatkan manfaat dari perawatan ini untuk mencegah pembentukan lubang gigi di masa depan. Selain itu, pasien dengan riwayat mulut kering dan menjalani radiasi di area kepala dan leher juga akan terbantu dengan perawatan ini. Aplikasi fluoride sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali bersamaan dengan pembersihan karang gigi.


Tak perlu khawatir lagi tertawa lebar bersama teman-temanmu dengan tambalan estetik resin komposit. Di Smile Concept, kami sudah tidak lagi memakai tambalan berwarna silver yang disebut dengan amalgam. Selain tidak estetis, tambalan amalgam memiliki beberapa kekurangan seperti kerapatan dan toksisitas. Beberapa pasien ditemukan memiliki alergi terhadap bahan tambal ini, sehingga kami lebih senang untuk mencegah timbulnya keluhan di kemudian hari dengan tidak menggunakannya lagi.

Tambalan estetik dari resin komposit memiliki kekuatan yang setara dengan gigi asli. Yang lebih menyenangkannya lagi, tambalan ini memiliki warna yang sangat mirip dengan gigi, sampai-sampai kamu tidak bisa membedakannya. Penambalan gigi dengan resin komposit dapat dilakukan untuk gigi depan maupun belakang, pada kasus lubang gigi yang kecil maupun sedang. Untuk penambalan lubang gigi yang besar, segera konsultasikan dengan dokter gigi di Smile Concept agar kamu mendapatkan pilihan perawatan terbaik.


Veneer adalah tindakan pelapisan permukaan gigi menggunakan porselen atau komposit. Perawatan ini termasuk tindakan kosmetik karena biasanya digunakan untuk meningkatkan performa senyum, termasuk pada bentuk dan tingkat kecerahannya. Veneer dapat digunakan untuk memperbaiki bentuk gigi yang kecil/tajam, gigi patah, ataupun gigi yang mengalami perubahan warna. Veneer porselen bersifat stabil, tidak menyerap warna, dan tahan lama. Sedangkan veneer komposit hanya bersifat sementara karena akan menyerap warna dari makanan atau minuman.

Sedangkan crown adalah mahkota tiruan yang dapat digunakan untuk memperbaiki gigi yang sudah rusak strukturnya akibat karies (lubang gigi) atau trauma benturan. Dengan pembuatan crown, gigi dapat kembali berfungsi dalam pengunyahan. Crown dapat terbuat dari porselen, metal, ataupun gabungan dari metal dan porselen. Penentuan jenis material yang akan digunakan untuk pembuatan crown berbeda pada setiap kasus dan akan didiskusikan saat pemeriksaan. Crown biasanya bertahan dalam jangka waktu 15-20 tahun.

Bridge, atau gigi tiruan jembatan adalah perawatan untuk mengganti gigi hilang dengan gigi tiruan mahkota yang menyambung seperti jembatan. Gigi tiruan jenis ini tidak perlu dilepas pasang dan akan tetap berada di dalam mulut.


Lubang gigi yang dibiarkan terus menerus akan berprogres mencapai saluran akar gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Ketika saluran akar gigi sudah terbuka karena proses lubang gigi, bakteri akan mudah masuk dan menyebabkan rasa sakit yang cukup menyiksa. Pada beberapa kasus, rasa sakit tersebut terasa berdenyut dan memburuk ketika berbaring. Hal ini menandakan adanya invasi kuman yang membuat jaringan saraf dan pembuluh darah di dalam gigi membusuk. Rasa sakit hebat pada fase ini biasanya bertahan selama 3-7 hari. Obat penghilang rasa sakit dapat membantu, tetapi hanya meredakan gejala saja. Proses infeksi dan pembusukan jaringan di dalam gigi tetap berlanjut. Jadi, kalau kamu merasakan sakit hebat pada gigi yang berlubang atau ditambal besar, kamu harus segera ke dokter gigi!

Perawatan saluran akar diperlukan untuk menghilangkan infeksi tersebut. Tujuannya untuk meredakan sakit dan mencegah bakteri berprogres ke tulang rahang. Infeksi yang dibiarkan terlalu lama tanpa perawatan akan menimbulkan gusi bengkak, bau mulut, sampai ke kista.

Perawatan saluran akar biasanya dilakukan dalam dua sampai empat kali kunjungan, bergantung pada keparahan dan diagnosis setiap kasus. Dokter gigi kami akan membersihkan bagian dalam gigi sampai ke ujung akarnya, melakukan desinfeksi, dan mengisi ruang saluran tersebut dengan bahan khusus yang mencegah infeksi ulang di kemudian hari. Setelahnya, gigi akan siap menerima restorasi atau tambalan akhirnya.

Gigi yang sudah dirawat saluran akar biasanya memerlukan tambalan khusus agar tidak pecah/patah di kemudian hari. Tambalan khusus tersebut dapat berupa onlay, overlay, maupun crown atau mahkota tiruan. Perawatannya memang cukup rumit dan memerlukan beberapa kali kunjungan untuk memastikan tidak ada sisa bakteri atau kuman yang tertinggal. Diperlukan kerjasama yang baik antara pasien dan dokter agar keberhasilan perawatan ini dapat tercapai.


Gigi susu pada anak memang akan digantikan dengan gigi permanen mulai usia 6 tahun. Namun, hal tersebut tidak berarti gigi susu tidak perlu dirawat!

Gigi susu memegang peranan penting dalam tumbuh kembang fisik dan psikologis anak, sehingga harus dipertahankan dalam kondisi baik hingga waktunya tanggal atau copot. Gigi susu yang berlubang tentu mengganggu proses mengunyah yang akhirnya menghambat penyerapan nutrisi yang optimal pada anak. Anak menjadi rewel dan tidak nyaman pada saat makan, padahal gerakan otot dan rahang saat mengunyah diperlukan untuk memicu perkembangan tulang dan struktur terkait. Dampak dari hal ini sangatlah panjang, antara lain kemungkinan terbentuknya lengkung rahang yang kecil sehingga gigi permanennya kelak kekurangan ruang dan berantakan atau berjejal.

Apabila gigi susu hilang sebelum waktunya, ruangan tempat gigi tersebut akan menyempit karena pergeseran gigi geligi di sampingnya. Hal ini juga merupakan salah satu faktor terbesar berjejalnya gigi permanen di masa yang akan datang. Kerusakan pada gigi susu seringkali dianggap remeh dan kurang penting, padahal dampaknya cukup panjang dan besar. Oleh karena itu, perawatan gigi anak sejak dini harus menjadi prioritas.

Anak-anak dapat dikenalkan ke dokter gigi sejak usia 4 tahun untuk berkenalan dengan atmosfer perawatan gigi, alat-alat, serta tim. Selanjutnya, kontrol rutin 6 bulan dapat dilakukan untuk mengobservasi pertumbuhan dan melakukan pembersihan. Hal ini bermanfaat untuk membentuk sikap dan perilaku kesehatan gigi yang baik untuk anak tersebut hingga dewasa kelak. Perawatan gigi yang dapat dilakukan untuk anak-anak antara lain pembersihan (oral profilaksis), pemberian fluoride, penambalan, dan pencabutan. Dokter gigi spesialis anak kami dapat membantu perawatan gigi pada anak-anak di usia dini dan yang berkebutuhan khusus.


Memasuki usia dewasa yaitu rentang 18-27 tahun, terdapat empat gigi geraham terakhir yang akan muncul ke dalam rongga mulut. Gigi-gigi ini disebut dengan gigi bungsu atau wisdom teeth. Pada hampir sebanyak 70% dari populasi orang dewasa dunia, gigi geraham bungsu ini tidak dapat tumbuh dengan posisi sempurna ke dalam rongga mulut akibat kekurangan ruangan. Hal ini disebut dengan gigi impaksi.

Gigi impaksi mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, bahkan beberapa orang tidak menyadari keberadaannya. Tetapi apabila gigi impaksi tersebut berusaha untuk erupsi atau muncul, gusi yang menutupinya dapat menjadi infeksi, bengkak, dan sakit. Rasa sakit dapat menyebar hingga daerah telinga, leher, dan kepala. Infeksi ini disebut dengan pericoronitis dan harus dirawat dengan segera mengangkat gigi penyebabnya. Apabila tidak dirawat, infeksi akan menjadi lebih hebat dan menyerang area sekitar seperti tenggorokan dan leher. Infeksi pericoronitis yang hebat memerlukan perawatan intensif di rumah sakit dan operasi besar.

Selain menimbulkan infeksi, gigi geraham impaksi yang tidak diangkat akan menekan gigi sekitarnya; menyebabkan pergerakan gigi, karies, dan kerusakan gusi. Pada beberapa kasus, gigi impaksi menyebabkan kelainan yang lebih rumit seperti kista atau tumor tulang rahang. Jadi, apabila kamu mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Pembengkakan gusi di area belakang mulut
  • Kesulitan menutup mulut atau menggigit (terasa mengganjal)
  • Bau mulut
  • Rasa yang tidak enak pada mulut
  • Sakit pada saat mengunyah

Sebaiknya segera konsultasikan keluhan tersebut ke dokter gigi. Berkumur dengan air garam hangat dan obat pereda sakit yang dijual bebas akan membantu menyamankan keadaan tersebut, tetapi kondisi infeksinya tetap berada di dalam mulut. Rasa sakit akan kembali berulang.

Pencabutan gigi bungsu dilakukan melalui prosedur bedah minor di bawah anestesi lokal. Prosedur bedah memakan waktu 15-40 menit, bergantung dengan posisi gigi dan kesulitan kasus. Diperlukan masa pemulihan sekitar 1-3 hari. Pasien diharuskan mengkonsumsi obat antibiotik dan analgetik yang diresepkan. Sebelum prosedur bedah dilakukan, pasien diminta untuk melakukan foto radiologi panoramik dan dijelaskan mengenai rencana prosedur. Pastikan dokter gigimu memberikan penjelasan dan resiko bedah sebelum melakukan tindakan!

Buat janji