3 Mitos dan Fakta Tentang Layanan Scalling Gigi

Scaling gigi merupakan prosedur  untuk membersihkan karang gigi yang menempel di sekitar gigi dan gusi pasien. Ternyata ada beberapa mitos tentang layanan scalling gigi yang banyak beredar di luar sana, sehingga masih ada yang enggan untuk melakukan perawatan gigi ini. Untuk itu, mari Anda simak info di bawah ini mengenai mitos dan fakta seputar layanan scalling gigi. 

Scaling Gigi Dapat Membuat Gigi Menjadi Renggang

Faktanya, karang gigi akan lebih cepat terbentuk di sela-sela gigi karena pada area ini sempit dan sehingga sering tak terjangkau oleh bulu sikat gigi, terlebih pada area gigi bawah depan. Terisinya area tersebut dengan karang gigi akan menimbulkan ilusi gigi jadi terasa rata jika diraba dengan lidah. Oleh karena itu, jika area tersebut dibersihkan dengan scaling gigi, otomatis akan menimbulkan area yang terlihat  kosong. 

Scaling Gigi Membuat Gigi Terkikis

Faktanya, alat yang digunakan untuk membersihkan karang gigi bekerja menggunakan getaran ultrasonic, sehingga tidak akan mengikis jaringan gigi yang sehat. Alat scaling gigi digunakan di atas permukaan karang gigi saja jadi akan sangat membantu melepaskan karang gigi yang melekat di gigi maupun gusi Anda.

layanan scalling gigi

Scaling Gigi Dapat Membuat Gigi Goyang

Faktanya, saat karang gigi sudah menumpuk dalam jangka waktu yang panjang dan tidak pernah dilakukan pembersihan, maka karang gigi akan mendorong gusi menjauh dari mahkota gigi atau semakin “turun”. Pada kondisi inilah yang mengakibatkan melemahkan dukungan gigi dari gusi ataupun tulang yang menyokong gigi. 

Tidak jarang ditemukan kasus dimana jaringan pendukung gigi sudah menyusut karena karang gigi yang sudah sangat menumpuk, sehingga karang gigi tersebut menjadi penyangga gigi – gigi di tempatnya. 

Jadi saat karang gigi telah dibersihkan, gigi akan terasa goyang karena penyangganya hilang dan jaringan pendukung gigi akan membutuhkan waktu untuk pemulihan. Anda jangan khawatir lagi karna prosedur scaling gigi justru memberikan kesempatan untuk gusi sembuh dan mengembalikan fungsinya kembali sebagai pendukung gigi.

Baca juga Inilah 4 Penyebab Karang Gigi Menumpuk!

Itulah beberapa mitos mengenai karang gigi yang tersebar di khalayak umum. Semoga Anda tidak salah sangka, karna scaling gigi itu tidak menakutkan  terlebih lagi jika dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman.

Inilah Penyebab Bau Mulut yang Membuat Tidak Percaya Diri

Banyak dari penderita bau mulut yang tidak menyadari masalah ini, sampai ada seseorang yang memberitahu mengenai hal tersebut, tentu saja selama ini Anda pernah merasa teman atau keluarga mengeluarkan aroma yang kurang sedap saat sedang berbicara? Atau bahkan ternyata aroma yang tidak sedap itu berasal dari mulut Anda sendiri?. 

Mari kenali penyebab bau mulut lebih dalam, agar bisa ditangani dengan segera. Dalam istilah kedokteran bau mulut biasa disebut dengan HALITOSIS. Faktor dari luar maupun dalam tubuh biasanya menjadi beberapa kemungkinan penyebab bau mulut. 

Faktor luar itu seperti adanya sisa makanan di dalam mulut, sedangkan faktor dari dalam  berasal dari masalah gigi dan mulut, seperti gigi berlubang, karang gigi, penyakit gusi, gigi retak, gigi palsu yang tidak dijaga kebersihannya dengan baik, serta berkurangnya air liur di dalam mulut (xerostomia). 

penyebab bau mulut

Mungkin saja ada yang pernah mengalami kasus-kasus seperti itu di dalam mulutnya, jika ternyata penyebabnya bukan berasal dari dalam mulut, kemungkinan besar juga bisa berasal dari bagian tubuh kamu yang lain seperti, kondisi alergi, radang kronis pada saluran pernapasan, gangguan pencernaan, dan juga beberapa penyakit dalam lainnya.

Anda harus segera konsultasikan ke dokter umum yang berhubungan dengan penyakit tersebut, jika telah menyadari beberapa hal di atas. Sebenarnya yang termasuk bau mulut atau halitosis yang kronis adalah bau napas menyengat yang berasal dari mulut yang tidak dapat dihilangkan meski sudah menyikat  gigi, berkumur dengan cairan obat kumur dan flossing menggunakan benang gigi.

Karena mayoritas kasus halitosis berasal dari dalam mulut, maka langkah pertama yang perlu Anda lakukan yaitu mengevaluasi ulang teknik menyikat gigi dan berkumur Anda apakah sudah tepat. 

Baca juga Hal Penting yang Harus Dipahami Sebelum Pasang Kawat Gigi

Wah, kalau menyikat giginya saja belum benar maka Anda perlu ekstra berhati-hati, karena banyak yang tak menyadari kalau gigi hanya 25% bagian dari rongga mulut. Bakteri dalam jumlah besar selain terdapat pada gigi, juga bisa terdapat pada bagian mulut yang lain, seperti pada lidah, bagian perbatasan gigi dan gusi, dinding mulut, langit-langit, serta bagian lainnya.

Tips Mengajak Anak ke Klinik Dokter Gigi Tanpa Drama

Bagi anak-anak periksa ke klinik dokter gigi merupakan hal yang cukup menakutkan, karena mengunjungi tempat yang tak dikenal dan berbagai peralatan yang juga tampak asing bagi mereka. Sehingga sangat diperlukan bantuan dan dukungan dari orang tua dengan memberikan pengertian pada anak mengenai pentingnya kesehatan gigi. Berikut ini ulasan mengenai beberapa Tips agar bisa mengajak anak ke klinik dokter gigi tanpa drama menurut Saginaw Pediatric Dentistry.

Saat Anda Melakukan Pemeriksaan Gigi Sebaiknya Anak Diajak Ikut Serta.

Dengan mengenalkan suasana klinik dokter gigi sedari dini akan membuat anak menjadi lebih terbiasa sehingga akan dapat mengurangi rasa takut.

Pilihlah Jasa Dokter Gigi dengan Spesialisasi Gigi Anak

Klinik dokter gigi khusus anak akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas playground sehingga akan membuat anak menjadi lebih nyaman dan dapat mengurangi kecemasan saat melakukan pemeriksaan.

klinik dokter gigi

Gunakan Bahasa Positif saat Membujuk Anak

Edukasi anak mengenai berbagai manfaat dari pemeriksaan gigi secara rutin, dan gunakan berbagai bahasa yang positif untuk mendukung mereka sehingga dapat mendorong anak menjadi tidak takut lagi saat melakukan pemeriksaan gigi.

Homecare bisa Menjadi Alternatif

Bagi anak yang memiliki kecemasan berlebih sehingga walaupun orang tua telah melakukan berbagai upaya bisa jadi anak-anak tetap enggan untuk pergi ke klinik gigi. Jangan memaksakan anak untuk pergi ke klinik gigi karena akan membuat anak semakin takut. Solusinya Anda bisa membuat janji untuk melakukan perawatan gigi  secara homecare agar kecemasan anak dapat lebih berkurang. 


Pastikan Anda dapat Lebih Bersabar dan Memahami Kondisi Anak

Beberapa anak akan merasa kesulitan untuk melawan kecemasan saat mengunjungi klinik gigi,  sehingga akan sangat memerlukan kesabaran ekstra untuk menghadapinya. Jika anak menangis atau merengek Anda dapat menenangkan anak sejenak dengan mengajaknya keluar dari ruangan periksa terlebih dahulu. 

Setelah emosi anak dapat terkelola dengan baik, baru Anda bisa memberikan pengertian kembali mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan gigi, dan sampaikan Anda akan menemani hingga selesai. 

Semoga 5 tips di atas bisa membantu Anda saat mengajak anak ke klinik dokter gigi, sehingga dapat mencegah beberapa drama yang dapat terjadi.

Hal Penting yang Harus Dipahami Sebelum Pasang Kawat Gigi

Susunan gigi yang kurang rapi bisa menimbulkan masalah kesehatan karena dapat memicu penumpukan sisa makanan yang akan menjadi plak dan mengundang bakteri. Sehingga diperlukan bantuan pasang kawat gigi agar dapat merapikan susunan gigi, tetapi ada beberapa konsekuensi yang harus diterima setelah melakukan pemasangan kawat gigi. Berikut ini beberapa hal yang harus diketahui sebelum Anda melakukan pemasangan kawat gigi.


1. Sebelum Merapikan Gigi dengan Kawat gigi, Pastikan Tidak Memiliki Masalah Gigi yang Lainnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan seperti pengecekan rongga mulut, lalau rontgen gigi, bahkan pencabutan gigi jika memang diperlukan. Prosedur tindakan dokter akan lebih bertambah, terlebuh jika Anda memiliki masalah gigi berlubang dan karang gigi. Karena jika belum dilakukan perawatan pada kedua masalah tersebut maka pemasangan kawat gigi akan berisiko menjadi tempat penumpukan makanan.

pasang kawat gigi


2. Rasa Nyeri akan Terjadi Setelah Pemasangan Kawat gigi

Efek samping dari tarikan kawat gigi akan menyebabkan rasa nyeri pada gigi dan tentu saja juga berdampak pada kesulitan saat makan sehingga Anda akan memerlukan makanan bertekstur halus. Tetapi hal ini akan terjadi di beberapa minggu awal, jika rasa nyeri sudah tak tertahankan biasanya dokter akan meresepkan obat untuk pereda rasa nyeri.

3. Menyikat Gigi akan Menjadi Kebutuhan Penting

Dengan pasang kawat gigi  dapat menyebabkan makanan yang mudah tersangkut, sehingga menyikat gigi dengan sikat khusus akan sangat membantu Anda dalam membersihkan gigi dan kawat gigi. Karena proses pembersihan gigi akan menjadi lebih sulit setelah dilakukan pemasangan kawat gigi.

4. Siapkan Dana Perawatan

Perawatan rutin setiap sebulan sekali akan sangat diperlukan jika Anda melakukan pasang kawat gigi, karena dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi gigi dan penggantian karet kawat gigi secara teratur. Tentu saja serangkaian perawatan tersebut akan dilakukan selama berbulan-bulan hingga akhirnya Anda akan diperbolehkan dokter untuk melepas kawat gigi.

5. Penampilan akan Terlihat Berbeda

Anda harus menyiapkan diri setelah pemasangan kawat gigi karna akan membuat bibir menjadi lebih menonjol. Tentu saja akan sangat terasa aneh, dan bahkan terkadang ada juga yang sampai merasa malu dengan tampilan baru setelah pemasangan kawat gigi. 

Itulah beberapa hal yang akan Anda lalui setelah melakukan pemasangan kawat gigi, semoga bermanfaat!

Inilah 4 Penyebab Karang Gigi Menumpuk!

Banyak orang yang tidak menyadari jika memiliki karang gigi, hal tersebut karena karang gigi tidak memiliki gejala apa pun. Walaupun tak bergejala tapi jika karang gigi tak segera ditangani dengan baik maka dapat menimbulkan berbagai masalah pada gusi, gigi dan rongga mulut. Penumpukan plak pada gigi yang lama tidak dibersihkan akan menjadi penyebab karang gigi. 

Sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut yang akan membuat terbentuknya plak berupa lapisan tipis pada gigi. Kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut bisa menjadi salah satu penyebab karang gigi, tetapi sebenarnya tidak hanya itu melainkan masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi pemicu terbentuknya karang gigi. 

Untuk bisa melakukan berbagai upaya dalam mencegah terbentuknya karang gigi, maka simaklah ulasan mengenai hal yang menyebabkan karang gigi berikut ini.

  • Sering mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi, seperti susu, permen kue dan minuman kemasan.
  • Jarang menyikat gigi atau tidak pernah menggunakan benang gigi sehingga membuat gigi dan rongga mulut yang kurang terjaga kebersihannya.
  • Keringnya rongga mulut akibat dari efek samping obat seperti pada obat kemoterapi, antihistamin, antidepresan, dan sindrom sjorgen.
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol dan juga merokok.
penyebab karang gigi

Keempat hal di atas akan memicu perkembangbiakan  bakteri di dalam rongga mulut sehingga juga akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan rongga mulut seperti iritasi pada gigi dan gusi. Jika tidak ditangani dengan baik iritasi tersebut akan dapat menyebabkan radang gusi atau gingivitis. 

Radang gusi yang semakin parah akan menyebabkan penyakit gusi yang bisa membuat gigi tanggal, serta kerusakan pada jaringan tulang dan jaringan sekitar gusi, penyakit ini disebut periodontitis. Selain itu jika masih diabaikan maka periodontitis ini akan dapat meningkatkan risiko dari penyakit jantung dan stroke.

 Oleh karena itu sangat penting sekali menjaga kebersihan gigi dan mulut serta juga rutin melakukan pemeriksaan gigi ke dokter agar karang gigi lebih cepat terdeteksi sehingga juga bisa segera diatasi.

Awas! Inilah Penyebab Utama Lubang Pada Gigi

Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi di dokter gigi sebenarnya merupakan hal wajib dilakukan. Karena dengan melakukannya dapat mencegah berbagai masalah rongga mulut yang timbul seperti pada penyakit gusi dan gigi, bahkan juga bisa menyebabkan berbagai masalah serius di kemudian hari, salah satunya lubang pada gigi. 

Anda harus waspada jika merasakan tanda-tanda seperti gusi bengkak, gusi berdarah saat menggosok gigi, gigi mudah tanggal, serta muncul rasa nyeri terhadap makanan panas maupun dingin. Berbagai gejala tersebut harus segera diperiksakan ke dokter walaupun belum terasa sakit.

lubang pada gigi

Masalah gigi yang paling sering dijumpai yaitu gigi berlubang yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Ketika sukrosa pada karbohidrat yang Anda konsumsi terfermentasi oleh bakteri tersebut maka akan menimbulkan lubang pada gigi. 

Menurut National Institute of Child Health and Human Development, Amerika Serikat keberadaan sukrosa inilah yang menjadi pemicu rongga mulut akan menjadi asam. Selain itu yang juga dapat memicu kondisi asam pada mulut juga disebabkan oleh fruktosa yang berasal dari buah dan laktosa dari susu.

Bakteri yang berada pada rongga mulut akan otomatis memfermentasi karbohidrat dari sisa makanan di mulut yang belum dibersihkan menjadi asam. Karena proses asam tersebut akan menyebabkan hilangnya mineral pada gigi, sehingga akan memicu timbulnya lubang pada gigi.

Kondisi mulut yang asam berarti memiliki pH mulut yang rendah sangat memicu lubang pada gigi, hal tersebut juga disebabkan oleh konsumsi makanan yang manis. Mengonsumsi permen ataupun saat minum minuman berkarbonasi juga akan menurunkan pH mulut secara drastis karena keduanya memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Biasanya pH nya bisa mencapai sekitar 2, padahal seharusnya pH mulut yang normal sekitar 5,5 hingga 6.

Sebenarnya rongga mulut sudah memiliki pembersih alami yaitu air ludah. Yang akan dikeluarkan ketika terjadinya proses mengunyah makanan sehingga makanan akan tercerna dengan sempurna dan juga karena adanya enzim pada mulut akan memicu keluarnya air ludah. Sehingga air ludah yang telah keluar akan membantu  untuk membersihkan mulut kembali.

Kapan Pemasangan Gigi Tiruan Diperlukan?

Senyuman yang indah adalah salah satu aset yang berharga karna dapat membuat penampilan kita lebih menarik. Tetapi semuanya akan sirna begitu saja jika kita kehilangan gigi, terutama kalau posisi gigi berada di bagian depan. Pasti akan sangat memalukan rasanya, karna itulah salah satu manfaat dari pemasangan gigi tiruan. Manfaat lainnya antara lain dapat menjaga stabilitas rahang sehingga membuat fungsi mengunyah menjadi lebih baik, menyempurnakan pelafalan huruf sehingga dapat berbicara dengan sempurna, menjaga jaringan yang ada di sekitar gigi yang tanggal.

pemasangan gigi tiruan

Lalu kapankah pemasangan gigi tiruan diperlukan? Tentu saja saat gigi permanen Anda telah tanggal, entah akibat cedera karena kecelakaan, gigi yang rusak, atau karena masalah dari gusi. Pastikan Anda memasang gigi tiruan di dokter gigi yang profesional seperti yang terdapat di Smile Concept Dental Clinic, sehingga tidak berdampak pada kesehatan gigi Anda di masa yang akan datang. 

Karena dokter gigi akan memperhatikan berbagai macam hal sebelum melakukan pemasangan gigi tiruan, antara lain memberikan instruksi perawatan gigi tiruan baik sebelum maupun sesudah pemasangan gigi tiruan Anda, memperhatikan hubungan antara rahang dengan rongga mulut, memeriksa kelainan jaringan pendukung gigi, sangat memperhatikan kelainan sistemik pada penderita osteoporosis atau diabetes mellitus, melakukan prosedur pengukuran untuk memastikan presisi saat pembuatan gigi tiruan, menentukan material pembuatan gigi tiruan dengan indikasi yang cermat.

Untuk memastikan meratanya beban kunyah di seluruh tulang rahang dan jaringan gigi saat menggunakan gigi tiruan, maka dokter gigi akan melakukan analis yang mendalam menyesuaikan dengan kondisi kesehatan dari setiap pasien. Ternyata sangat banyak tahapan yang dilakukan dokter gigi dalam pemasangan gigi tiruan yang sesuai dengan prosedur medis. Inilah alasan pentingnya Anda harus memasang gigi tiruan di dokter gigi yang berkompeten atau yang spesialis prostodonsia.

Nah itulah pembahasan mengenai gigi tiruan yang bisa bermanfaat untuk Anda. Seperti gigi asli pada umumnya, gigi tiruan juga memerlukan perawatan yang rutin agar dapat bertahan lebih lama, pastikan Anda memperhatikan kebersihannya agar dapat terhindar dari bakteri dan plak.

Kapan Waktu Yang Tepat Scalling Gigi?

Memiliki gigi yang sehat dan bersih merupakan dambaan setiap orang, karena gigi juga sangat menunjang penampilan diri. Namun jika Anda kurang bersih saat menggosok gigi maka akan menimbulkan plak bahkan sampai menjadi karang gigi jika tidak segera ditangani dengan baik, khususnya dengan scalling gigi. Karang gigi inilah yang jika diabaikan bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak, juga menyebabkan peradangan pada gusi, dan jika semakin parah akan menjadi peradangan sampai ke jaringan yang dapat membuat gigi menjadi mudah goyang.

scalling gigi

Plak dan karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan menggosok gigi saja, namun memerlukan tindakan dengan alat khusus melalui prosedur scaling gigi. Selain itu Scalling gigi juga mempunyai manfaat lainnya yaitu sebagai pemeliharaan kesehatan gigi dan tulang gigi, dapat mencegah penyakit periodontitis, mengurangi risiko pembengkakan dan pendarahan jaringan yang merupakan respons imun tubuh untuk bakteri pada plak atau karang gigi, mencegah kerusakan jaringan akibat dari tingginya asam dan enzim yang diproduksi oleh bakteri di dalam rongga mulut.

Sebelum melakukan Scalling gigi, pasien akan melakukan 2 tahap persiapan, yang pertama pemeriksaan riwayat kesehatan berupa riwayat penyakit yang dimiliki dan riwayat alergi untuk mencegah berbagai risiko yang dapat terjadi maka tindakan ini sangat wajib dilakukan. Selanjutnya dokter baru akan melakukan pemeriksaan gigi dan mulut menggunakan cermin kecil khusus untuk memeriksa dan mengidentifikasi posisi plak dan karang gigi pada rongga mulut.

Selain itu ada beberapa orang yang rentan timbul plak atau karang gigi antara lain : yang memiliki kebiasaan sering mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi, perokok aktif serta, orang suka mengonsumsi soda, kopi dan teh secara terus-menerus.

Scaling gigi alangkah baiknya dilakukan minimal setiap 6 bulan sekali atau sebanyak 2 kali dalam 1 tahun, tetapi bagi perokok aktif sangat disarankan melakukan perawatan di dokter gigi setiap 3 sampai 4 bulan sekali atau sebanyak 4 atau 3 kali dalam 1 tahun. Anda dapat mengunjungi Smile Concept Dental Clinic untuk melakukan Scaling gigi yang memiliki fasilitas lengkap berupa ruang tunggu yang nyaman, ruang laktasi, dan juga area bermain anak yang akan sangat menyenangkan.

Inilah Tips Untuk Mencegah Lubang Pada Gigi

Lubang pada gigi merupakan hal yang banyak dialami oleh sebagian besar orang. Tapi tak banyak yang tahu jika gigi berlubang jika tidak segera ditangani dengan baik akan bisa mengancam jiwa. Ternyata gigi berlubang bisa memicu banyak penyakit seperti Abses Gigi yang menimbulkan kantong nanah pada gusi. Bisa juga terjadi pergeseran gigi akibat infeksi bakteri yang membuat gigi menjadi keropos serta dapat mengubah struktur gigi dan rahang. Ada pula Nyeri Gigi akibat lubang pada gigi sudah mencapai saraf gigi yang bisa menimbulkan nyeri hebat bahkan menjalar sampai ke rahang dan telinga disertai dengan sakit kepala.

lubang pada gigi

Selain itu juga pemicu Fokal Infeksi atau Infeksi Sistemik yang membuat jenis infeksi ini dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, bakteri yang menyebabkan infeksi ini sudah menjadi ganas sehingga bisa masuk ke pembuluh darah kemudian menuju organ tubuh seperti paru-paru, lambung bahkan sampai ke jantung juga. Sinusitis juga salah satu penyakit yang dipicu oleh bakteri dari gigi berlubang yang menginfeksi rongga sinus sehingga terjadi peradangan. 

Menurut hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara periodontal dengan penyakit kardiovaskular seperti stroke, infeksi oral tersebut dapat mengakibatkan tidak cukupnya aliran darah yang menuju ke otak. Satu yang paling mencengangkan ternyata gigi berlubang juga bisa memicu penyakit jantung, bakteri yang disebabkan infeksi oral oleh penyakit gingivitis yang sudah parah bahkan dapat mengakibatkan serangan jantung.

Sebelum terlambat marilah jaga kesehatan gigi kita semua, Anda bisa mengunjungi Smile Concept Dental Clinic untuk melakukan perawatan gigi dengan dental unit yang lengkap serta pelayanan yang sangat nyaman. Berikut ini beberapa tips agar dapat mencegah gigi berlubang:

  1. Batasi makanan dan minuman yang terlalu manis, serta perbanyak makanan sehat yang bagus untuk kesehatan tulang dan gigi  yang mengandung mineral dan vitamin D.
  2. Rutin menggosok gigi minimal 2 kali dalam sehari dengan pasta gigi yang mengandung flouride.
  3. Gunakan sikat gigi yang memiliki bulu halus dan berdiameter kecil agar lebih maksimal saat menjangkau bagian dalam rongga mulut serta tidak sampai melukai gusi.
  4. Lakukan pemeriksaan gigi serta pembersihan  karang gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali.

Mengapa Gigi Geraham (Gigi Bungsu) Perlu Dicabut

gigi geraham

Banyak sekali orang dewasa yang bermasalah dengan gigi bungsunya, terkadang tumbuh dengan posisi tidak sempurna yang menyebabkan sakit luar biasa sehingga diperlukan operasi untuk pencabutan gigi bungsu tersebut. Gigi bungsu adalah gigi geraham belakang yang tumbuh sekitar usia 17 sampai 25 tahun, namun sering kali gigi bungsu ini tidak mendapatkan ruang yang cukup karena rahang sudah dipenuhi oleh gigi dewasa lainnya yang berjumlah 28 gigi.

Untuk menentukan urgensi pencabutan gigi bungsu ini biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan mengenai fisik  posisi gigi bungsu dan untuk pemeriksaan yang lebih detail akan di periksa melalui rontgen gigi. Karena gigi bungsu juga bisa terkena perikoronitis, pembusukan gigi, abses gigi bahkan sampai kista atau tumor pada gusi. Jika kondisi gigi bungsu sudah cukup parah sehingga tidak bisa dilakukan lewat pengobatan dan perawatan saja maka tindakan operasi gigi akan dilakukan oleh dokter.

Kondisi gigi bungsu yang memerlukan tindakan operasi salah satunya gigi impaksi yang posisi tumbuhnya tidak normal, bisa tumbuh didalam gusi, tumbuh miring yang menghimpit gigi di sampingnya sehingga kerap kali menimbulkan nyeri gusi atau bahkan sampai nyeri kepala juga. Peradangan gusi juga atau  periodontitis yang membuat gusi mudah berdarah, gigi disekitarnya mudah goyang serta terasa nyeri juga ketika mengunyah dan mengigit.

Selain itu ada pula gigi bungsu yang terinfeksi sehingga bisa merusak gigi di sampingnya dan menyebabkan nyeri. Yang terakhir adalah masalah gigi berlubang, karena posisi gigi geraham bungsu yang sulit dijangkau saat menggosok gigi dapat menyebabkan gigi terinfeksi bakteri pemicu karies gigi dan jika kondisi memburuk bahkan bisa menjadi peradangan pada saraf dan pembuluh darah yang dikenal sebagai pulpitis dalam istilah medis.

Pastikan anda perhatikan kondisi gigi, agar tidak sampai merasakan berbagai pengalaman buruk seperti diatas. Jika merasakan beberapa tanda nyeri periksakan gigi anda dengan segera di Smile Concept Dental Clinic agar dapat diatasi oleh dokter gigi  dan tenaga kesehatan yang berkualitas, profesional dan memberikan pelayanan yang kesehatan gigi dengan maksimal.